Penumpang Arus Balik Penyeberangan Tampo-Torobulu Membludak

RAHA – Sejak memasuki H+1 hingga H+4 hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah,  Penumpang arus balik kapal fery penyeberangan jalur Tampo-Torobulu kian membludak yang mengakibatkan antrian panjang kendaraan  roda dua dan roda empat di areal pelabuhan Tampo.

Padahal kapal yang beroperasi di jalur penyeberangan itu ada 3 unit, namun masih saja kewalahan untuk mengatasi kondisi penumpang yang tiap harinya semakin banyak.

Para penumpang yang hendak menggunakan jasa penyeberangan harus rela mengantri dan bersabar dengan kondisi yang terjadi.

Idul misalnya, waga Desa Parigi Kabupaten Muna yang hendak rekreasi ke Kota Kendari, hanya bisa pasrah dengan antrian panjang yang dialaminya.

“Mau diapa kalo memang harus mengantri, kita harus sabar saja hingga gilirannya tiba,” ujar Ivan, Selasa (19/6).

Berbeda dengan Ivan, Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) itu sejak pagi hingga siang hari telah berada di lokasi pelabuhan, namun tetap saja ia mendapatkan antrian bagian belakang. menurutnya armada yang disiapkan untuk mengantar pulang pergi penumpang Tampo-Torobulu masih perlu ditambah.

“Kalau bisa ditambah lagi armadanya, agar antrian seperti ini tidak terjadi,” katanya.

Sementara itu, kepala Wilayah Kerja (Wilker) Syahbandar Tampo, Laode Sirajudin Pedansa meminta kepada para penumpang yang menjalani antrian untuk tetap bersabar. Kata dia kondisi itu akan tetap teratasi, dengan beroperasinya 3 unit kapal hingga 24 jam jika penumpang terus membludak.

” Akan terus dilayani hingga satu hari penuh, tergantung kondisi antrian penumpang,” imbuhnya.

Lanjutnya, sedangkan muatan 1 unit kapal, terbatas untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

“Satu kapal hanya bisa muat sekitar 150 unit motor dan paling banyak 15 mobil,” pungkasnya.

Reporter : Erwinsyah SJ

Iklan dalam Berita Ana Wonua Distributor Oli Total