oleh

Pasien Peserta BPJS Nilai RSUD Raha  Lakukan Pembodohan

RAHA – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), terhadap  pasien yang hendak berobat dengan bermodalkan kartu BPJS, kembali dikeluhkan. Kali ini keluhan itu muncul dari La Salusu (51), suami dari pasien bernama Fatima(52) yang dirawat di ruang melati III RSUD Raha. Mereka merupakan Warga Desa Matarawa, Kecamatan Watopute.

Fatima dibawa ke rumah sakit karena mengidap penyakit tekanan darah tinggi. Akibat penyakitnya itu, ia tidak dapat menggerakan anggota tubuhnya yang lain hingga harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Saat diperiksa di UGD, pada Sabtu (21/7) sekitar pukul 10:00 Wita, tensi darah Wa Fatima mencapai 220/150. Ia lalu diberi obat agar tekanan darahnya dapat menurun. Hingga diperiksa kembali pada sore hari, tekanan darahnya turun menjadi 200. Namun hal itu belum berdampak begitu baik bagi pergerakan anggota tubuhnya. Ia hanya bisa sekedar membuka mata.

“Isteriku tidak bisa bangun, kalau buka mata dia merasa oleng, jadi sampai sekarang dia hanya bisa terbaring begitu saja,” tutur La Salusu saat ditemui di RSUD Raha, Sabtu (21/7).

Karena kondisi isterinya belum dapat bergerak bebas, La Salusu yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Watopute itu akhirnya diberi resep obat oleh dokter saraf. Obat tersebut harus diperolehnya dengan cara membeli di apotik, sebab pihak rumah sakit telah kehabisan stok.

“Disuruh beli obat di apotik karena katanya stok obat di rumah sakit sudah habis,” ujarnya.

La Salusu pun sempat menolak dan geram saat  diberi resep, karena biaya pembelian obat di apotik tidak termasuk dalam tanggungan BPJSnya. Ia merasa dibodohi dengan pelayanan rumah sakit.

“Saya kan punya BPJS, masa saya harus keluarkan uang lagi untuk beli obat?. Ini namanya pembodohan, rumah sakit sebesar ini koq tidak memiliki stok obat untuk penyakit pasiennya,” keluh La Salusu.

Namun amarah lasulu diredam oleh sanak keluarganya. Ia diminta untuk bersabar dan menuruti saja anjuran dokter, mengingat kondisi kesehatan isterinya yang ditakutkan akan menjadi semakin parah jika lambat ditangani. Mendengar hal itu, ia lalu pasrah untuk pergi membeli obat di apotik.

Sayangnya, dari dua jenis obat yang dianjurkan, ia hanya mendapatkan satu jenis saja meskipun telah berkeliling di beberapa apotik yang ada di Kota Raha.

“Hampir semua apotik saya datangi, tapi hanya satu jenis obat itu saja yang saya dapat, terpaksa itu saja yang saya laporkan ke perawat karena dokternya sedang tidak berada di tempat,” timpalnya.

Sementara itu, perawat yang sedang bertugas mengatakan, jika obat yang telah dibeli oleh La Salusu terbilang cukup untuk mengobati isterinya. Namun tetap akan di konfirmasikan lagi kepada dokter saraf yang sebelumnya memberikan resep.

“Kita akan konfirmasikan lagi ke dokter, sedangkan obat yang sudah dibeli bisa di berikan pada pasien saat malam,” katanya.


Rporter : Erwinsyah SJ

Terkini